Senin, 30 April 2018

Resensi Buku: Bumi


Semangat pagi Penikmat Kopi. 

Aku mau nulis resensi novel dari penulis favoritku nih, Tere Liye. Bukan seperti novel-novel sebelumnya yang menceritakan dunia nyata dengan segala warna-warni kehidupannya, kali ini Tere Liye menyuguhkan cerita fantasi. Membaca novel berjudul Bumi ini mengingatkanku pada serial Harry Potter. Novel Bumi adalah buku pertama dari 4 buku dalam serial ini. Buku berikutnya adalah Bulan, Matahari dan Bintang.

Judul: Bumi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Penerbitan: Jakarta

Tahun Terbit: 2014

Cetakan: Kelimabelas, Januari 2017

Ketebalan: 440 halaman

ISBN: 978-602-03-3295-6

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolah  seru. Teman-temanku baik dan kompak.
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.
Bercerita tentang Raib, seorang gadis kelas sepuluh SMA yang suka membaca dan suka pelajaran bahasa. Raib hanya gadis biasa sama dengan yang lainnya kecuali tentang keistimewaan yang dimilikinya. Dia bisa menghilang jika menutupkan kedua tangan di wajahnya. Keistimewaan ini sudah dimilikinya sejak umur 2 tahun. Tidak satu orang pun mengetahui hal ini.

Sampai suatu hari Ali, si kutu buku, teman sekolahnya mengetahui keistimewaan Raib. Mereka sama-sama sedang dihukum Miss Selena, guru matematika, karena tidak mengerjakan tugas. Raib menghilang dan Ali melihat prosesnya. 

Suatu hari Raib mengalami kejadian aneh di rumahnya. Ada sosok tinggi kurus yang tiba-tiba muncul di cermin kamarnya. Tamus, mengaku kenal Raib sejak ia kecil. Anehnya, si Hitam kucing milik Ra, panggilan Raib, ada di balik cermin bersama sosok itu. Tamus memberitahu jika Ra bisa menghilangkan barang yang ada di sekitarnya. 

Ra juga mendapatkan buku PR matematika dari gurunya yang berisi pesan singkat yang aneh. Pesannya adalah apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apapun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.

Keanehan demi keanehan semakin sering hadir dalam hidup Ra sejak pertemuannya dengan Tamus. Termasuk terjadinya kekecauan di dekat sekolah yang merobohkan gardu listrik dan hampir mengenai tubuh Ra dan Selly, sahabatnya. Pada kejadian itu tiba-tiba Selly bisa mengeluarkan listrik dari tangannya dan Ra bisa menghilangkan gardu listrik itu. Ali, si kutu buku, yang melihat kejadian itu mengajak mereka untuk segera lari ke aula sekolah. 

Ternyata cerita lebih seru justru berawal di aula sekolah tersebut. Raib, Selly dan Ali bertemu dengan Tamus dan anak buahnya. Tamus ingin membawa Raib ke dunia Bulan agar membantunya membangkitkan kembali Si Tanpa Mahkota yang dipenjara di Penjara Petak Bayangan Tanpa Bayangan.

Kejadian ini mengungkap fakta tentang asal usul Raib, Selly, Ali dan Miss Selena, sang guru Matematika. Raib dan Miss Selena adalah keturunan klan Bulan. Sedangkan Selly adalah klan Matahari dan Ali adalah manusia biasa dari klan Bumi. 

Membaca novel ini memerlukan waktu lama karena aku harus beberapa kali menutup dan membuka kembali bukunya. Tere Liye selalu berhasil membuat aku larut dalam ceritanya. Ada rasa tegang, takut, dan penasaran sekaligus ketika membacanya. 

Meskipun novel ini berisi cerita fantasi, Tere Liye tetaplah penulis yang handal. Dia tetap menunjukkan ciri khas tulisannya yaitu detail dalam menggambarkan setiap latar tempat, waktu maupun konflik yang terjadi. Tere Liye selalu sukses membuat cerita yang mengalir tapi tajam dan mampu menghipnotis pembaca untuk larut ke dalam imajinasinya.

Tengkleng Gajah Jogja


Semangat pagi Penikmat Kopi.

Yuhuuuuu paling semangat kalau mau nulis tentang kuliner. Ngetik sambil bayangin makanan enak itu rasanya....

Lapar. Hahahaha.

Baiklah, kali ini aku mau berbagi info tentang kuliner Jogja yang sedang ngehits. Aku ke sini akhir Maret lalu waktu berlibur bareng my little family. Hasil dari browsing kuliner fenomenal Jogja membawa langkah kami ke Warung Tengkleng Gajah.

Waktu aku upload foto di medsos tentang Tengkleng Gajah, banyak yang nanya, beneran daging gajah ya? Heloooo, gak mungkin juga kaleee pakai daging gajah. Masa gajah makan gajah. :-D 

Sebenarnya semua menu yang ada di warung ini berbahan dasar daging kambing. Hanya saja potongan tulang kambingnya yang berukuran besar saat disajikan membuat orang menyebutnya dengan tengkleng porsi gajah. Kemudian jadilah Warung Sari Roso Mulyo ini lebih dikenal dengan nama Warung Tengkleng Gajah.



Warung Tengkleng Gajah sebenarnya hanya warung sederhana. Terletak di Jl. Kaliurang KM. 9.3, Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Lokasinya mudah dijangkau dari pusat kota. Dari perempatan jalan Kaliurang di Ringroad Utara kalian ambil saja arah utara sampai sekitar 9 km. Lalu cari pertigaan ke arah timur (kanan) sebelum lampu merah Merapi View. Nah, lokasi Tengkleng Gajah ada di sebelah kanan, sekitar 1 km dari pertigaan tersebut.

Saran aku sih kalau ke sini jangan pas perut sudah dalam kondisi lapar. Karena dijamin kalian bakal kelaparan lebih lama. Antrinya ruarrrrrr biasa, apalagi saat musim liburan. Kemarin aku tergolong beruntung, karena datang langsung dapat meja kosong. Tapi bukan berarti aku gak nunggu lama lho. Aku dan keluarga masih harus menunggu sekitar 45 menit sampai hidangan diantar ke meja. Itupun di tempat tunggu sudah banyak tamu yang mengincar meja kita. 

Oh ya, untuk pemesanan makanan, kita langsung ambil buku menu dan kertas untuk menulis pesanan di meja dekat kasir. Lalu langsung dikasih ke bagian dapur biar lebih cepat diproses. Setelah itu silahkan duduk manis dengan penuh kesabaran. Kalau perlu kita harus siapkan air mineral sebelum datang ke sini, karena minumannya pun lumayan lama sampai di meja.

Eits, kalau antrinya luar biasa, bagaimana dengan tempat parkirnya? 

Tenang saja, Warung Tengkleng Gajah menyediakan tempat parkir yang cukup luas kok untuk. Sejauh mata memandang tempat parkirnya muat sampai puluhan mobil.



Okay, sekarang kita mulai bahas makanannya. Meski antrinya ruarrrr biasa, aku bilang sih worth it  banget dengan rasa yang akan kita nikmati nantinya. Kami kemarin pesan gule, tengkleng dan sate goreng. Tiga-tiganya maknyussss. Dan harganya aku bilang sih lebih murah dibanding harga sate kambing langganan aku di rumah.


Gule kambingnya disajikan dengan irisan kubis mentah yang segar banget. Kuah kuning gulenya legit dan terasa sekali gurih bumbunya. Perpaduan rempah-rempah yang ada dalam bumbu sangat memanjakan lidah. Dagingnya pun empuk jadi anak-anak gak susah makannya. 


Tengkleng gajahnya benar-benar porsi gajah. Tulang-tulang berukuran besar disajikan dengan kuah lezat yang masih panas dilengkapi irisan kubis dan cabe rawit. Wihhhhhh, ngiler pemirsa. Pesanku sih kalau makan tengkleng gajah ini lupakan kata jaim. Nikmati satu per satu potongan tulang yang dagingnya masih melekat erat di sana. Sruput pelan-pelan kuah yang penuh dengan aroma rempah di antara tulang-tulang itu.


Sate goreng, seperti namanya menu ini adalah sate kambing yang digoreng atau ditumis lagi dengan bumbu. Disajikan dengan irisan kubis, irisan bawang merah, ketimun dan tomat. Rasa sate goreng ini lebih legit dari sate biasa. Mungkin karena ada proses ditumis lagi setelah sate matang sehingga bumbunya lebih meresap ke dalam daging. Jujur, ini adalah sate goreng paling enak yang pernah aku makan. Sebenarnya aku ingin nambah, tapi gak sanggup buat menunggu lebih lama lagi. 

Kata suamiku, kita wajib datang ke sini kalau liburan ke Jogja lagi. Wiiihh sepertinya bapak ganteng ini juga sepakat denganku kalau Tengkleng Gajah juara rasanya.

Jejamuran, Wisata Kuliner Jogja

Semangat pagi Penikmat Kopi.

Adakah yang pernah mendengar tentang Jejamuran Jogja?


Yup, Jogja punya tempat kuliner unik yang bernama Jejamuran. Sesuai dengan namanya, tempat kuliner satu ini menyajikan menu-menu unik berbahan dasar jamur. Letaknya di Jalan Pramuka No.53, Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Lebih dekat ke arah Magelang sebenarnya, karena seingatku kemarin baru sampai di perbatasan Magelang - Jogja lalu belok kiri ke Jalan Pramuka ini. Sepanjang jalan banyak rumah makan serba jamur. Sepertinya daerah ini adalah sentra budidaya jamur.

Kesan pertama waktu sampai di Jejamuran adalah takut mahal. Hahaha. Beneran deh. Begitu mobil masuk lobi depan resto ini, kita disambut 2 satpam sekaligus. Welcome vie dari resto juga keren dan bersih. Trus kita disambut oleh semacam resepsionis dimana kita harus daftar dulu untuk mendapatkan meja. Tuh bener kan kalau aku mikir takut mahal. Maklum wong ndeso belum pernah makan pakai daftar dulu begini. 

Sempat terpikir memang seramai apa ya resto ini kok pakai daftar. Dan ternyata benar-benar ramai. Tapi penuhnya tamu tidak membuat resto ini tampak berantakan dan sesak. Jejamuran adalah resto paling teratur yang pernah aku datangi. Sepanjang lorong tempat makan berjejer petugas yang membawa handy talky sama dengan yang dipakai resepsionis di depan tadi. Mereka menyambut dan mendampingi tamu menuju meja. 

Tempatnya bersih, banyak kolam ikan dan pepohonan yang membawa suasana resto jadi lebih segar dan menyenangkan. Resto ini luas banget lho Penikmat Kopi. Entah ada berapa ratus kursi yang disediakan. Tapi yang pasti ada beberapa area tempat duduk. Ada yang di dalam ruangan ber-AC seperti yang aku tempati kemarin, ada yang di sepanjang lorong dengan pemandangan taman, ada yang di pinggir kolam ikan, dan ada juga yang di ujung belakang dengan fasilitas live music

Oh ya Penikmat Kopi, sebelum membahas menu sekalian aja ya aku ma membahas toilet dan mushola. Setiap mbolang kemanapun, dua area ini akan menjadi pusat perhatianku. Karena kadang ada tempat wisata atu kuliner keren tapi toilet dan musholanya gak comfortable. Nah, di Jejamuran ini benar-benar keren semua fasilitasnya. Sampai aku berpikir pemilik resto ini pasti orang dengan pemikiran super detail. Musholanya cukup besar dan bersih. Mukena dan sarung yang disediakan di sana bersih dan wangi tanpa jamur, karena jamurnya hanya ada pada makanan kalian. Hahahaha. Biasanya kan kalau kita memakai mukena di tempat umum banyak bintik-bintik hitam alias jamuran mukenanya karena jarang dicuci tuh. Nah, kalian gak bakal nemuin yang seperti itu di sini. Trus, toiletnya juga bersih. Aku melihat ada 1 petugas yang stand by di toilet dan aku melihat dia gak berhenti bekerja. Pegang lap kaca dan pel lantai terus.

Well, sudah banyak membahas tentang fasilitas, pasti sudah gak sabar untuk membahas menu ya Penikmat Kopi. Sesuai dengan namanya, Jejamuran, semua menu di sini berbahan dasar jamur. Meski ada juga beberapa pilihan menu berbahan dasar ayam, bebek dan tahu tempe. Kemarin kami memesan nasi goreng jamur, tongseng jamur, sate jamur, lumpia jamur, dan goreng tepung portabella. 

Dan aku jatuh cinta dengan semua makanannya. Enak kabeh. Rasa tongsengnya gak kalah sama tongseng daging kambing. Kuahnya mantab banget. Sate jamur dengan paduan bumbu kacang yang legit juga memanjakan lidah. Lumpia jamur alhamdulillah aku masih kebagian karena repeat order akibat kalah rebutan sama anak ragil. Goreng tepung portabella juga crunchy dan gurih. Nasi goreng jamur, kata anak-anak enaaaaakkk. Dan aku hanya kebagaian nyicip satu sendok saja. 

Sebenarnya masih penasaran dengan beberapa menu jamur lainnya. Tapi sayang, suami sudah memberikan tatapan mesra plus senyuman termanisnya. Gak jadi deh nambah menu lain lagi. :-(

Eh, hampir lupa ya buat bahas tentang pelayanan dan waktu tunggu setelah pesan makan. Pelayanannya di sini benar-benar OK. Ramah, cepat, dan aku paling suka dengan kebersihannya. Meja-meja yang baru ditinggalkan penggunanya langsung dibersihkan jadi kinclong lagi. 

Untuk urusan harga jangan khawatir Penikmat Kopi. Harganya masih bersahabat dengan kantong kok. Setidaknya dibandingkan dengan rasa, pelayanan dan kenyamanannya. 

Pokoke puas banget deh kulineran di sini. 




Menuju pintu keluar ada satu spot unik lho, di pojokan dekat kolam ikan besar ada kios penjual gorengan. Buat aku itu unik. Di dalam restoran keren kayak gini tiba-tiba ada penjual gorengan.Berhubung suami masih menatap dengan mesranya, kali ini aku gak icip-icip gorengan di sini. 

Dan tepat di tembok sebelah kios gorengan , sepanjang jalan menuju pintu keluar ada wall of fame berisi foto-foto dan kumpulan berita tentang sejarah Jejamuran. Ternyata resto ini sudah banyak mendapatkan penghargaan. Selain penghargaan atas restonya, pemilik resto juga sering mendapat penghargaan atas usahanya menaikkan derajat para jamur.

Selain mengolah jamur menjadi menu makanan yang lezat, resto ini juga menyediakan oleh-oleh serba jamur. Ada keripik, rendang sampai jamur yang masih mentah disediakan di toko oleh-oleh yang terletak di pintu keluar resto. Aku sempat icip-icip tester keripiknya dan enak semua. 


Di depan toko oleh-oleh, aku kembali menemukan spot unik. Ada satu lemari kaca yang isinya adalah berbagai barang tertingga milik pengunjung. Ada kacamata, jam tangan sampai dengan HP dan kamera. Pendapatku tentang pemilik resto ini semakin bulat, super teratur dan detail.

Pada penghujung perjalanan kita di resto Jejamuran, kita bisa melihat cara pembudidayaan jamur. Berbagai tanaman jamur ada di sini. Aku dan keluarga yang tadinya hanya tahu jamur tiram dan jamur merang, jadi tahu ternyata masih banyak jenis jamur lainnya yang bisa dibudidayakan. Tempat ini biasanya menjadi spot foto favorit pengunjung.




Nah, pembahasan terakhir tentang resto Jejamuran ini adalah tempat parkir. Resto ini punya tempat parkir yang luas dan teratur. Ada jejeran kios oleh-oleh juga di sepanjang tempat parkir. Serasa sedang berada di tempat wisata gitu. Keteraturan resto Jejamuran masih bisa dirasakan sampai ke tempat parkirnya. Ada petugas khusus yang menjaga tempat parkir dan bahkan ada 2 satpam yang khusus bertugas mambantu mengatur lalu lintas di jalan depan gerbang parkir. 

Wuah benar-benar Jejamuran ini adalah tempat kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah. Tapi pelayanannya, kebersihannya, keteraturannya sungguh memanjakan pengunjung yang datang ke sana.



Minggu, 29 April 2018

Make Over Perfect Cover Two Way Cake

Semangat pagi Penikmat Kopi.

Jangan kaget ya kalau kali ini aku bakal bahas tentang produk kecantikan. Buat kalian yang sudah kenal secara personal pasti tahu kalau aku adalah makhluk wanita yang paling malas dandan. Mau pakai bedak waktu kerja saja sudah berkah luar biasa. Kalau ditanya kenapa, maka akan aku jawab, "Entahlah."

Nah, ceritanya akhir bulan lalu aku liburan ke Jogja bareng keluarga. Waktu mampir di Ambarukmo Plaza, ternyata sedang ada bazar produk kecantikan di sana. Relung hatiku yang terdalam sebagai seorang wanita tersentuh juga akhirnya. Lirik sana lirik sini seperti ingin beli sesuatu, tapi gak tahu mau beli apa. Jangankan eye shadow, pensil alis, atau maskara. Bedak saja aku tak punya. 

Apa? Gak percaya?

Beneran lho, aku tuh bisa banget hidup tanpa bedak. Mungkin aku terlalu percaya diri, merasa sudah cantik tanpa bedak apalagi alat perang lainnya. 

Tapi karena kemarin waktu di Jogja hati kecilku sebagai seorang wanita tersentil, akhirnya kuputuskan buat beli bedak. Hanya itu yang setidaknya kutahu cara pemakaiannya. Hahaha.

Aku agak malas sebenarnya pilih-pilih bedak, karena wajahku ini agak susah ditempeli bedak. Pernah mencoba beberapa merk tapi tetap saja gak bisa rata di wajahku. Kalaupun bertemu dengan bedak yang bisa menempel rata di wajah, biasanya dia gak tahan lama. Kalau terkena panas atau saat aku berkeringat langsung leleh bagaikan lilin terbakar api. Bisa merusak mood seketika deh. 

Makanya kemarin aku sempetin buat baca review tentang bedak, sambil nunggu suami belanja. Dan pilihan jatuh pada merk Make Over. Banyak review yang bilang bedak two way cake dari merk ini keren abis. Jadi penasaran, aku langsung deh beli. Harganya 150 ribu. 


Tampilan tempat bedaknya bagus, bulat hitam minimalis. Ada tempat spons terpisah di bawah tempat bedak jadi kesannya bersih dan higienis. Pilihan warnanya ada 8 dan kemarin aku pasrah pada pilihan mbak-mbak SPGnya. Aku dipilihkan yang nomor 4, Desert.



Bagaimana kesan pertama pemakaian bedak ini?

Kaget. Beneran deh, aku kaget. Bedak ini bisa nempel dengan baik di wajah aku. Kalau bahasa para beauty blogger, tingkat coveragenya bagus banget. Bedak ini bisa menempel dengan sempurna dan rata di wajahku. Padahal aku cuma tempelin spons pelan aja ke bedaknya lalu ke wajah. Rasanya pun ringan bukan jenis bedak yang creamy atau oily di wajah. Dan taraaaaa hasilnya bisa buat aku bilang, "Yeayyyy, akhirnya aku menemukanmu."

Ada lagi yang buatku terkesan pada Make Over Perfect Two Way Cake ini, ternyata dia tahan lama. Sampai siang bahkan sore, wajahku tetap tampak kece tanpa touch up. Wuahhh ini mah jodoh namanya. Alhamdulillah.

Hasil pemakaian Make Over Perfect Two Way Cake sesuai banget sama tagline yang ada pada minicard dalam kemasannya, 'with no touch up needed, this long lasting two way cake will be your best everwhere anytime.' Kalimat ini mewakili kata hatiku banget deh. 

Sepertinya cuma itu yang bisa aku ceritakan dari Make Over Perfect Two Way Cake, karena pengetahuan dan kosakataku di bidang fashion and beauty masih nol banget. Pakai bedak aja berkah apalagi punya pengetahuan di bidang itu ya. Hahaha. 


Tapi aku akan berbagi sedikit info tentang Make Over Perfect Two Way Cake ya. 

Bedak ini mengandung berbagai macam minyak alami yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit. Minyak alami itu antara lain macademia nut oil, jojoba seed oil, soybean oil, avocado oil, chamomile flower extract dan bran extract. 

Make Over Perfect Two Way Cake juga punya 8 pilihan warna yang membuat kita lebih mudah memilih mana yang paling sesuai dengan wajah. Agar tidak salah beli, sebaiknya kita mencoba beberapa warna dulu. Kategori shade Make Over Perfect Two Way Cake berikut bisa dijadikan acuan dalam memilih warna yang tepat:

01 - Lace : untuk kulit terang dengan undertone kuning
02 - Coral : untuk kulit terang dengan undertone pink
03 - Maple : untuk kulit medium dengan undertone kuning
04 - Desert : untuk kulit medium dengan undertone pink
05 - Cinnamon : untuk kulit gelap
06 - Cappucino : untuk kulit gelap
07 - Espresso : untuk kulit sangat gelap
08 - Honey : untuk kulit gelap

Nah, semoga review tentang Make Over Perfect Two Way Cake di atas berguna buat kalian semua ya Penikmat Kopi. Terutama buat kalian yang selalu percaya diri bisa hidup cantik tanpa bedak. Coba deh bedak ini, dijamin level percaya diri kalian akan naik beberapa tingkat. 

#kelasNonFiksi #ODOP #ODOPBatch5 #tantanganreviewproduk







Jumat, 27 April 2018

Resensi Buku: Critical Eleven


Semangat pagi Penikmat Kopi.
Rasanya seperti naik roller coaster. Terlalu sering menghela nafas panjang. Bahkan terkadang merasa sesak di dada. Hanya saja belum sampai meneteskan air mata.
Meski mungkin hidup memang seperti ini. Kadang bahagia, kadang penuh dengan kejutan indah, terkadang juga ada hal-hal yang tak pernah kita inginkan itu ada.
Critical Eleven, sebuah buku dan pelajaran berharga.
(Tulisanku di facebook, 26 Maret 2017)
Judul: Critical Eleven

Penulis: Ika Natassa

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Penerbitan: Jakarta

Tahun Terbit: 2015

Cetakan: Ketujuhbelas, Januari 2017

Ketebalan: 344 halaman

ISBN: 978-602-03-1892-9

Berawal dari caption teman di instagramnya tentang buku ini, membuatku penasaran. Langsung saja deh aku masukkan dalam wishing list belanja buku. Lucunya pas jadwal belanja, aku salah beli buku. Aku beli buku lain yang sampulnya sama-sama berwarna biru, gara-gara aku lupa apa judulnya. Alhasil buku ini baru aku beli di bulan berikutnya. 

Critical Eleven adalah sebuah cerita pendek sebelum berkembang menjadi sebuah novel yang keren. Dalam kumpulan cerpen berjudul Autumn Once More, Critical Eleven menceritakan tentang sosok wanita dalam sebuah penerbangan sedang mengenang awal pertemuannya dengan sosok lelaki yang menjadi kekasihnya. Tapi pertemuan yang manis antara keduanya telah menjadi sebuah masa lalu yang membuat mereka kembali asing satu sama lainnya. 

Cerita pendek itu dikembangkan kemudian menjadi sebuah novel yang luar biasa. Tanya Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale) adalah dua tokoh utama dalam novel ini. Keduanya bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sidney. Sebelas menit paling kritis dalam pertemuan itu rupanya membawa kesan tersendiri bagi mereka. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan  delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. 

Setelah melalui proses meyakinkan diri yang panjang, akhirnya mereka pun menikah. Profesi Ale sebagai petroleum engineer yang hanya memiliki waktu 5/5, yaitu lima minggu di rig dan lima minggu libur membuat mereka harus hidup berjauhan. Tapi, meski tak selalu bersama, hubungan mereka tetap harmonis. 

Hingga terjadi suatu tragedi memilukan yang menjadi mimpi buruk bagi pasangan suami istri manapun. Sebuah tragedi yang membuat mereka kembali menjadi orang asing meski tinggal bersama. Jarak membentang di antara keduanya meski ada di bawah atap yang sama. Tragedi ini membuat pembaca bertanya-tanya apakah mereka akan dapat mempertahankan pernikahan atau justru mengakhirinya?

Membaca halaman-halaman awal membuatku merasa buku ini hanyalah novel romance biasa. Tapi begitu sampai pada halaman-halaman berikutnya, hati ini serasa naik roller coaster. Ika Natassa berhasil membawa perasaan pembaca larut ke dalam cerita. 

Karakter yang kuat dari tokoh Anya dan Ale ditambah alur cerita maju mundur sukses membuat emosiku jungkir balik. Kadang tersenyum tipis, tapi tiba-tiba aku harus menghela nafas panjang karena ada bagian cerita yang menyesakkan dada. 

Ika Natassa memang keren dalam merajut aksara. Pantaslah jika Critical Eleven disunting oleh banyak rumah produksi untuk dijadikan film. Meski aku sempat ragu apakah filmnya akan menggambarkan isi cerita dengan baik atau justru mengecewakan seperti film-film lain yang jauh dari isi novelnya. 

Dan ternyata film Critical Eleven sukses memecahkan rekor dalam kamusku yang selama ini selalu berpendapat bahwa novel yang dibuat film tidak akan sukses. Karena apa yang diceritakan dalam film biasanya tidak sebagus imajinasi kita ketika membaca novelnya. 

Film dan novel Critical Eleven dua-duanya luar biasa. Menghadirkan Adinia Wirasty dan Reza Rahardian sebagai pemeran utama membuat sosok Ale dan Anya dalam imajinasi pembaca bisa terwujud nyata. Keseluruhan cerita dalam novel bisa tersampaikan dengan utuh dan cantik dalam film. Apalagi chemistry dua tokoh utama film ini tidak perlu diragukan lagi. Kekuatan karakter sosok Anya bahkan berhasil membawa Adinia Wirasty menyabet penghargaan pemeran utama wanita terbaik dalam Festival Film Bandung. 

Membaca novel dan menonton film Critical Eleven sama-sama membutuhkan bekal tisu yang banyak. Kita akan diajak menangis dan tertawa menyelami manis pahitnya kisah hidup Ale dan Anya. 

Diceritakan dari dua sudut pandang yang bergantian antara Anya dan Ale, membuat kita akan memilih di akhir cerita. Apakah kita termasuk tim Ale atau tim Anya?

*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas resensi buku dan film kelas Non Fiksi ODOP batch 5 dan juga tugas RCO 3
#tugasRCO3 #Tugas2Level3 #OneDayOnePost #kelasnonfiksi #tantanganpekan4

Kamis, 26 April 2018

Marshanda dan Bipolar

Semangat pagi Penikmat Kopi.

Beberapa waktu lalu dunia 'lambe-lambean' kembali dihebohkan dengan tulisan artis cantik, Marshanda, pada akun media sosial tentang curahan hatinya. Marshanda menuliskan tentang rasa rindu kepada putrinya yang saat ini diasuh oleh sang mantan suami, Ben Kasyafani. 

Sejak bercerai tiga tahun lalu, hak asuh Sienna jatuh ke tangan Ben. Hal ini karena Marshanda dinyatakan mengidap suatu penyakit yang dinamakan bipolar. Berjuang seorang diri untuk menghadapi penyakit ini ditambah dengan terpisah dari putri kecilnya membuat Marshanda terkadang kembali merasa depresi. 

Dalam curahan hati di media sosial beberapa waktu lalu, dia merasa kalau dirinya adalah orang tua yang tidak memadai dan tidak mampu. Dia merasa rindu dan kehilangan masa-masa berharga bersama sang putri tercinta. Penyakit bipolar membuat dunianya hancur, membuat dia harus kehilangan segalanya terutama Sienna. 

Sebagai seorang ibu, saya merasa trenyuh dengan tulisan Marshanda tersebut. Tidak ada yang menginginkan sakit datang menerpa. Apalagi sakit ini sangat tidak enak didengar telinga. Bipolar belum familiar di tengah kita. Orang hanya menangkap kulit luarnya, penyakit mental. 

Bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang, ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa manik (kebahagiaan) dan depresi (kesedihan). 

Membaca tentang pengertian bipolar ini, saya langsung takut, karena saya pun tergolong orang yang gampang senang dan gampang sedih. Apa itu berarti saya juga pengidap bipolar?

Ternyata seseorang yang mengalami gangguan bipolar itu memiliki mood swings yang ekstrem dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu saat dia bisa merasa antusias, bersemangat dan bahagia. Tapi tiba-tiba suasana hatinya bisa berubah buruk, sangat depresi, pesimis, putus asa bahkan sampai terpikir untuk bunuh diri. Bisa juga penderita bipolar ini mengalami fase campuran antara manik dan depresi. 

Gangguan bipolar dibagi menjadi bipolar I, bipolar II, cylothymia dan jenis lainnya berdasarkan sifat dan pengalaman tingkat keparahan suasana hati yang digambarkan sebagai spektrum bipolar. Gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan adanya penderita bipolar yang rata-rata berusia remaja. Resiko paling mengerikan dari gangguan bipolar ini adalah resiko kematian akibat depresi yang dialami penderita. 

Bipolar disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetis, fisiologis dan lingkungan. Seseorang dengan gen bipolar akan memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit ini. Dari segi fisiologis, bipolar disebabkan oleh terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak. Sedangkan dari sisi lingkungan, munculnya bipolar bisa dipicu oleh kondisi stres, mengkonsumsi alkohol dan zat-zat terlarang atau kurang istirahat. 

So, be aware Penikmat Kopi.

Bukan hanya Marshanda yang bisa terkena penyakit bipolar ini. Siapapun bisa terserang termasuk kita. Oleh karena itu, menjalani semua aktifitas sehari-hari dengan rasa ikhlas dan bersyukur itu sangat penting. Jangan sampai kesibukan membuat kita stres dan kurang istirahat. Berbahaya. Penyakit bipolar menanti di depan mata. Jaga baik-baik perasaan dan kestabilan mood kita. Seberat apapun masalah yang kita hadapi dalam hidup, jangan lupa untuk bahagia. 

*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan OPINI pada kelas NON FIKSI ODOP Batch 5
This entry was posted in

Senin, 23 April 2018

Tercorengnya Kembali Wajah Dunia Pendidikan

Semangat pagi Penikmat Kopi.

Tragedi kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Seorang guru SMK di Purwokerto menampar muridnya dengan keras di depan kelas. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 19 April 2018 ini menambah daftar hitam dunia pendidikan.

Sang guru melakukan tindakan ini dengan sengaja bahkan dia meminta agar direkam dalam sebuah video. Tampak dalam video tersebut betapa keras tingkat tamparan yang diberikan pada siswanya. Dalam video klarifikasi yang diunggah setelah kejadian, sang guru mengatakan bahwa tujuannya memukul adalah dalam rangka mendidik siswa-siswanya. Dia juga mengatakan kalau dulu dididik dengan cara kekerasan. Ia memahami rasa sakit itu sebagai pengingat agar para siswa tidak bertindak keterlaluan lagi. 

Najeela Shihab dalam bukunya yang berjudul Keluarga Kita mengatakan jika pola pengasuhan atau pendidikan pada masa lalu memang akan sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Pola disiplin, penyelesaian konflik maupun tujuan belajar seseorang dipengaruhi oleh pola pengasuhan atau pendidikan masa lalunya. Anak yang dibesarkan dengan pola kekerasan akan merekam secara terus menerus pengalaman buruk ini di bawah alam bawah sadarnya. Suatu saat dia akan melakukan tindakan kekerasan yang sama bahkan lebih pada anak yang dididiknya.

Jumlah kasus kekerasa di sekolah tidak bisa dibilang sedikit. Dalam tiga bulan pertama tahun 2018 ini saja Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menerima banyak pengaduan terkait kekerasan terhadap anak didik. Pelakunya beragam, mulai dari guru, kepala sekolah, petugas sekolah lainnya  hingga sesama anak didik. 

Dari data di KPAI diketahui jika kekerasan fisik dan anak korban kebijakan mendominasi pengaduan pada triwulan ini yaitu mencapai 72 persen. Sedangkan kekerasan psikis sebanyak 9 persen, kekerasan finansial atau pemalakan/pemerasan mencapai 4 persen dan kekerasan seksual ada 2 persen. Selain itu, ada 13 persen kasus yang viral di media sosial tidak dilaporkan tapi tetap dilakukan pengawasan oleh KPAI.


Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kekerasan dalam dunia pendidikan. Bukan hanya pihak sekolah saja yang harus memutus mata rantai tindak kekerasan ini. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan harus meningkatkan intensitas pembinaan tenaga pendidik. Memberikan pelatihan tentang cara mendidik dengan pola yang lebih asyik dan cara yang lebih modern. Bukan hanya modern dari segi teknologi tapi modern dalam membangun kedekatan dengan para siswa. 

Kerjasama dari wali siswa juga sangat diperlukan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang kondusif di sekolah. Memberikan pemahaman pada anak untuk selalu menghormati guru perlu dilakukan.Tak sedikit kasus kekerasan terjadi karena sang guru dipicu emosi karena kurang hormatnya siswa zaman now pada guru dan instansi pendidikan. 

KPAI dan pihak yang berwajib juga perlu mengadakan pembinaan maupun sosialisasi tentang sebab akibat tindak kekerasan pada anak. Sosialisasi dan pembinaan ini tidak hanya dilakukan pada guru tapi juga pada siswa dan wali siswa agar semua semakin sadar betapa pentingnya memutus rantai tindakan kekerasan pada anak dan siswa.

 *Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan OPINI pada kelas NON FIKSI ODOP Batch 5
This entry was posted in